Kamis, 08 Desember 2011

PEMANFAATAN KAYU UNTUK KOMPONEN BANGUNAN

Kebutuhan kayu sebagai bahan baku untuk berbagai keperluan terus
meningkat. Demikian pula untuk keperluan bahan bangunan. Kayu-kayu yang beredar di
pasaran sebagian besar berasal dari hutan alam yang dikelompokkan atas jenis-jensi
komersial seperti kamper, bangkirai, keruing, kayu campuran (borneo). Karena
kecepatan antara pemanenan dan penanaman tidak seimbang, menyebabkan pasokan
kayu dari hutan alam kian menurun baik volume maupun mutunya yang mengakibatkan
harga kayu menjadi relatif mahal.
Berbagai upaya telah dilakukan dalam mengatasi keterbatasan jumlah pasokan
kayu hutan antara lain dengan mengalihkan perhatian kepada jenis-jenis kayu yang


Sebagai bahan konstruksi bangunan, kayu sudah dikenal dan banyak dipakai
sebelum orang mengenal beton dan baja. Dalam pemakaiannya kayu tersebut harus
memenuhi syarat : mampu menahan bermacam-macam beban yang bekerja dengan
aman dalam jangka waktu yang direncanakan; mempunyai ketahanan dan keawetan yang
memadai melebihi umur pakainya; serta mempunyai ukuran penampang dan panjang
yang sesuai dengan pemakainnya dalam konstruksi.

Kayu untuk bahan bangunan berasal dari hutan alam, hutan tanaman dan
tanaman rakyat baik dari hutan rakyat maupun dari kebun. Saat ini ketersediaan kayu
dari hutan alam semakin menurun, sementara hasil kayu dari hutan tanaman belum
dapat mencukupi kenaikan kebutuhan kayu yang semakin meningkat dengan
pertambahan penduduk dan kemajuan teknologi. Beberapa jenis kayu tanaman rakyat
ternyata mempunyai sifat yang sesuai untuk digunakan sebagai bahan bangunan
Dalam penggunaannya, kayu dipengaruhi oleh sifat-sifatnya, yaitu sifat fisis,
mekanis, anatomis, kimia maupun sifat lainnya. Sifat tersebut dipengaruhi oleh jenis
kayu, umur pohon, letak kayu dalam pohon, perbedaan tempat tumbuh serta faktor
lainnya yang mempengaruhi pertumbuhannya (Brown et al., 1952). Sebagai bahan
bangunan, maka kayu harus memenuhi syarat tertentu seperti kerapatan, kembang susut,
kekuatan dan keawetannya (Surjokusumo, 1982 dan Anonim, 2002)

Bahan konstruksi adalah bahan yang dipergunakan untuk mendukung beban
dalam arti memerlukan analisa/perhitungan yang cukup cermat, dan untuk kayu
mencakup bahan-bahan untuk kuda-kuda, jembatan, tiang pancang dan sebagainya.
Wirjomartono (1977) menunjukkan bahwa penggunaan kuda-kuda kayu dapat
menghemat biaya sekitar 40-50% dibandingkan jika menggunakan baja. Diperkirakan
sekitar 80% konsumsi kayu diperuntukkan pada bangunan rumah/gedung, sedangkan
yang 20% untuk perancah, jembatan, dermaga dan lain-lain. Penggunaan kayu untuk
pembangunan jembatan dan tiang pancang tidak lebih dari 5%. Jika kita akan bicara
tentang kayu sebagai bahan struktur bangunan, maka yang harus diperhatikan antara lain
adalah kekuatan dan keawetan kayu, karena tujuan umum para pemilik bangunan
maupun perencana adalah membangun/mempunyai gedung yang aman dan kuat
konstruksinya, biaya konstruksinya murah, umur bangunan cukup lama serta biaya
pemeliharaannya ringan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Comment Lewat Facebook