Minggu, 01 Januari 2012

PRINSIP KONSTRUKSI PREFABRIKASI

Industrualisasi dalam konstruksi bangunan adalah perkembangan alamiah sebagaimana juga telah menimpa pada industri yang lain. Justru lebih lambat ketimbang yang lain karena lebih besarnya rintangan yang dihadapi dalam industri bangunan, yang tidak sekedar bersifat Fashionable trend (kecenderungan mode mutakhir), tetapi juga berkaitan dengan pernyataan nilai yang menuntut : Perubahan sikap mental dan pikiran baru dari sebagain ahli bangunan.

JALAN MENUJU INDUSTRIALISASI BANGUNAN

Selama ini orang merasa terikat kepada rumah yang harus di hargai secara individual, maka tentu saja orang akan merasakan sesuatu yang lain ketika tiba-tiba akomodasi tempat tinggal :

  1. Disediakan dalam bentuk blok-blok atau flat-flat yang bukan bangunan sebagaimana biasanya.
  2. Bangunan tidak didesain secara khusus sebagaimana permintaan penggunanya secara individu.
  3. Bangunan didirikan dalam bentuk produk yang telah selesai tanpa ada kesempatan intervensi lagi dari pemakainya.
  4. Bangunan di desain dengan penampilan yang serupa atau bahkan sama.
  5. Perangkat bangunan yang langsung jadi jika ingin mendesain dan membangun secara individu.
  6. Dengan pilihan yang sangat terbatas.

BAGAIMANA INDUSTRIALISASI DIKEMBANGKAN

Industri bangunan mestinya juga membuat propgress; penggunaan crane dan mesin-mesin lain tetapi dengan cara yang lebih luas. Ketertinggalan dalam industri bangunan dikembangkan dengan cara industrialisasi yang terotomastisasi dalam seluruh prosesnya sejak persiapan dan mpulding (pembuatan percetaka), casting (percetakan), concreting (pengecoran), prestressing (penegangan), storage (penyimpanan), transportation (penbgangkutan), erection (pendirian), lifting (pengankatan) dan handling (penanganan).

DEFINISI PREFABRICATION, PREFABRICATED CONSTRUCTION, PREFABRICATED COMPONENTS

Prefabrication (prefabrikasi) adalah industrialisasi metode konstruksi di mana komponen-komponennya diproduksi secara missal dirakit (assemble) dalam bangunan dengan bantuan crane dan alat-alat pengangkat dan penanganan yang lain.

Prefabricated Structural Components (Komponen Struktur Prefabrikasi) dibuat dari beton melalui precast units/precast numbers atau precast elements (unit cetakan) tergantun g pada alternative penggunaannya, percetakan dikontrol dengan baik diberi waktui untuk pengerasan dan mencapai kekuatan tertentu yang diingfinkan sebelum diangkat dan dibawa menuju tapak kontruksi sesungguhnya untuk pembangunan. Metode konstruksi yang dibuat dengan menggunakan komponen prefabrikasi secara kolektif disebut sebagai ‘prefabricated contruction (konstruksi prefabrikasi). Konstruksi Prefabrikasi dapat berupa sector aktifitas bangunan utamanya : industrial architecture (Arsitektur industri), General Engineering (Rekayasa struktur secara umum) dan Civil Engineering.

Precast Struktural Components ( komponen Struktur Pracetak), alternatifnya dibuat untuk bangunan pada site tertentu. Kecenderungan ini mengarah pada pabrik pembuat komponen.

PROBLEM MATERIAL

Kebutuhan ideal yang harus dipenuhi dalam teknik konstruksi bangunan dengan system konstruksi prefabrikasi :

1. Kemampuan pembuatan melalui metode mekanis (beban bawaan dan komponen yang tertutup).

2. Kemungkinan sambungan dan koneksi structural yang layak dan memungkinkan untuk dibuat dengan cara yang paling sederhana.

3. Secara simultan kemungkinan untuk pelaksanaan fungsinya akibat beban bawaan dan lketerbatasan ruang geraknya.

Hal yang paling penting adalah bahwa material harus memiliki kualifikasi sebagai berikut :

  1. Mengisolasi panas, tahan air dan anti pembusukan.
  2. Anti api dan dapat dicetak secra volumetric.
  3. Dapat dipaku dan digergaji sehingga memungkinkan untuk perubahan.
  4. Tidak banyak membutuhkan pemeliharaan (maintenance).
  5. Memiliki kekuatan yang tinggi.

KEUNTUNGAN DAN PERMASALAHAN KONSTRUKSI PREFABRIKASI

Beberapa keuntungan konstruksi prefabrikasi dalam industri bangunan adalah :

  1. Waktu konstrulsi yang lebih cepat, sejak pekerjaan struktur di tapak, konstruksi pondasi dan pendirian komponewn prefabrikasi.
  2. Jumlah material yang dibutuhkan tidak berkurang
  3. produksi unit precast dalam skal luas menjadikan lebih praktis untuk menggunakan mesin dan karenanya kebutuhan jumlah pekerja yang terlalu banyak dapat diatasi
  4. Pengurangan kebutuhan tenaga kerja manusia dan menuntut memiliki keahlian yang lebih
  5. Kualitas yang dihasilkan lebih baik sebagai hasil proses pabrik yang selalu di bawah pengawasan yang ketat dan tetap, penggunann nmesin dan lingkungan kerja yang rapih
  6. Pekerjaan konstruksi dapat dilaksanakan tanpa tergantung pada kondisi cuaca

Permasalahan dalam konstruksi prefabrikasi adalah :

1. Transportasi komponen dari pabrik ke site

2. Kesul;itan dalam penanganan di lapangan khususnya dalam erection (pendirian), lifting (pengangkatan) dan connecting (penyambungan pada saat finalisasi konstruksi

3. Pelaksanan yang demikian berarti ada tambahan biaya dan problem teknis.

by :bahan ajar konstruksi 5 (arief rahman)

Selasa, 13 Desember 2011

SIFAT BETON

Karena harganya yang relative murah, minimnya perawatan dan kekuatan tekannya yang besar mengakibatkan bahan beton sangat diminati. Beton memiliki kekuatan tekan yang tinggi, tetapi memiliki kekuatan tarik yang rendah. Sehingga beton harus dipadukan dengan baja yang memiliki kekuatan tarik tinggi dalam suatu struktur bangunan. Sehingga menjadikan bangunan tersebut kokoh dan tahan lama.

Sifat-sifat Beton Segar :

a. Mudah dikerjakan (wokability)

Tingkat kemudahan adukan beton ditunjukkan pada saat beton diaduk,diangkut, dituang, dan dipadatkan tanpa mengurangi homogenitas beton, dan betontidak terurai (bleeding) yang berlebihan untuk mencapai kekuatan yang direncanakan.

b. Pemisahan Kerikil (segregation)

Segregation adalah terpisahnya agregat kasar dari campuran adukan beton,yang disebabkan oleh kelebihan air pada Campuran beton. Dimana terjadi pengendapan partikel yang berat ke dasar beton segar dan partikel-partikel yang lebihringan akan menuju ke permukaan beton segar. Hal-hal tersebut akan mengakibatkan beberapa keadaan pada beton yaitu terdapat rongga-rongga udara, beton menjaditidak homogen dan permeabilitas serta keawetan berkurang.c. Pemisahan Air (bleeding)Kecerendungan campuran untuk naik ke atas (memisahkan diri) pada betonsegar yang baru saja dipadatkan disebutbleeding. Hal ini disebabkanketidakmampuan bahan solid dalam campuran untuk menahan seluruh air campuranketika bahan itu bergerak ke bawah

Sifat-sifat Beton Setelah Mengeras

Sifat mekanis beton keras dapat diklarifikasikan sebagai sifat jangka pendek atau sesaat dan sifat jangka panjang. Sifat jangka pendek adalah kekuatan tekan, tarik,geser, dan kekakuan yang diukur dengan modulus elastinya. Sedangkan sifat jangka panjang dapat diklarifikasikan dalam rangkak dan susut.

a. Kekuatan (strength)

Kekuatan beton meliputi kekuatan tekan, kekuatan tarik dan kekuatan geser.Yang mempengaruhi kuat tekan beton adalah faktor air semen (fas), semakin kecil fassemakin tinggi kuat tekan beton. Kekuatan beton semakain meningkat dengan bertambahnya umur

b. Ketahanan

Beton dikatakan mempunyai ketahanan yang baik apabila bertahan lamadalam kondisi tertentu tanpa mengalami kerusakan selama bertahun-tahun. Kondisiyang dapat mengurangi daya tahan beton dapat disebabkan faktor dari luar dan daridalam beton itu sendiri. Faktor luar antara lain cuaca, suhu yang ekstrem, erosi,kembang dan susut akibat basah atau kering yang silih berganti dan pengaruh bahankimia. Faktor dari dalam yaitu reaksi agregat dengan senyawa alkali.

c. Rangkak dan Susut

Rangkak (creep) atau lateral material flow adalah penambahan reganganterhadap waktu akibat adanya beban yang bekerja. Deformasi awal akibat bebanadalahregangan elastis, sedangkan regangan tambahan akibat beban yang samadisebut regangan rangkak. Rangkak dipengaruhi oleh umur beton, regangan, faktor air semen, dan kekuatan beton



Comment Lewat Facebook